Jumat, 09 Maret 2012

pengertian, ruang lingkup, tujuan/kegunaan dan pendekatan IAD, ISD dan IBD

BAB I
PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, TUJUAN/KEGUNAAN,
DAN PENDEKATAN 1AD, ISD DAN IBD     


A.    Kompetensi Dasar
Mahasiswa mampu memahami berbagai aspek kehidupan manusia dalam hubungannya dengan lingkungan alam sosial dan budaya serta permasalahannya.

B.     Deskripsi Materi
1.      Pengertian IAD, ISD, dan IBD.
2.      Ruang Lingkup Kajian dari IAD, ISD, dan IBD.
3.      Tujuan/Kegunaan dari IAD, ISD, dan IBD.
4.      Pendekatan IAD, ISD, dan IBD.

C.    Uraian Materi
1.      Pengertian IAD,ISD dan IBD
Menurut Abu Ahmadi (1991 : 1) ilmu pengetahuan dapat dibagi dalam tiga lapangan pengetahuan yakni pengetahuan alamiah, pengetahuan soaial dan pengetahuan budaya yang masing-masing terbagi dalam sejumlah bidang keahlian atau disiplin ilmu.  
IAD,ISD, dan IBD adalah satuan-satuan pengetahuan yang didasarkan atas pembagian di atas yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. IAD, ISD dan IBD bukanlah satu cabang/disiplin ilmu tertentu dan bukan pula ilmu pengantar.
a.       Ilmu Alamiah Dasar, memusatkan perhatian dan konsep umum, asas-asas dan pendekatan dalam menanggapi kanyataan-kenyataan yang diwujudkan oleh lingkungan alam, dengan memanfaatkan pengetahuan keahlian dalam ilmu-ilmu alamiah seperti astronomi, biologi, kimia, fisika dan geologi.
b.      Ilmu Sosial Dasar, memusatkan perhatian pada kenyataan sosial terutama yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengetahuan pada ilmu-ilmu sosial seperti geografi sosial, sosiologi, antropologi sosial, ilmu politik, psikologi sosial dan sejarah.
c.       Ilmu Budaya Dasar, memusatkan perhatian pada usaha memperoleh pengertian mengenai hakikat dan harkat manusia serta nilai-nilai budaya yang telah dikembangkannya sebagaimana telah diungkapkan pengetahuan budaya seperti ilmu agama, filsafat, hukum, kesusasteraan, kesenian dan sejarah.
2.      Ruang Lingkup Kajian dari IAD, ISD dan IBD
a.       Ruang lingkup dari IAD adalah:
1)      Konsep-konsep dasar tentang Ilmu Pengetahuan Alam
2)      IPA dan Perkembangan Teknologi.
3)      Dampak perkembangan IPA dan Teknologi.
b.      Ruang lingkup dari ISD adalah:
1)      Adanya berbagai aspek pada kenyataan bersama yang merupakan suatu masalah sosial.
2)      Adanya beraneka ragam golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang mempunyai kepentingan dan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku tersendiri dan juga banyaknya persamaan kepentingan dan kebutuhan serta persamaan yang menyebabkan pertentangan maupun hubungan-hubungan setia kawan dan kerjasama.
c.       Ruang lingkup dari IBD adalah:
1)      Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya, baik dari segi keahlian (disiplin) masing-masing maupun antar bidang disiplin.
2)      Hakekat manusia yang universal (satu) tetapi beraneka ragam perwujudannya dalam kebudyaan masing-masing zaman dan tempat dalam melihat dan menanggapi lingkungan alam, sosial dan budaya dengan adanya kesamaan dan perbedaan yang diekspresikan dalam bentuk dan corak ungkapan pikiran, perasaan, dan tingkah laku serta hasil kelakuannya.
3.      Tujuan/Kegunaan
Ilmu Alamiah Dasar:
a.       Mempekenalkan konsep-konsep dasar dalam IPA.
b.      Memberikan wawasan pengetahuan, pengertian dan apresiasi terhadap obyek dan cara-cara pendekatan dalam IPA dan teknologi.
c.       Memberikan bekal untuk memanfaatkan bahan dan cara pemikiran, pendekatan dan hasil-hasil dalam IPA dan teknologi.
d.      Mengembangkan interaksi yang selaras antara disiplin-displin ilmu eksakta dan non eksakta.
Ilmu Sosial Dasar:
Membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran dan kepribadian yang lebih luas, dan ciri-ciri kepribadian sebagai golongan terpelajar Indonesia, khususnya yang berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia-manusia lainnya, serta sikap dan tingkah laku manusia lainnya, serta sikap dan tingkah laku manusia lainnya terhadap manusia yang bersangkutan.
Ilmu Budaya Dasar:
Untuk pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala yang berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran yang berkenaan dengan lingkungan budaya yang dapat diperluas dan menjadi lebih halus.

4.      Pendekatan IAD, ISD dan IBD.
Berpangkal tolak dari adanya disiplin-displin ilmu yang telah diuraikan di atas, maka diperlukan pendekatan sistem. Melalui pendekatan multidisipin maupun interdisiplin dalam perkuliahan ini, maka kita telah melangkah dari pendekatan ilmiah yang atomistik (disiplin) kearah pendekatan holistik (sistemik).
Menurut Dendosurono Prawiroatmodjo dalam pendekatan sistem perkuliahan ISD, pada pendekatan sistemik, seseorang berasumsi bahwa segala ‘sesuatu’ itu ada dalam keberadaan berbagai sesuatu yang lain. Kalau sesuatu itu diibaratkan berupa bagian-bagian, penjumlahan dari bagian-bagian itu tidak akan sama dengan satuan keseluruhan yang bermakna sendiri. Jika seperangkat bagian-bagian ini saling berinteraksi dalam susunan yang teratur untuk mencapai tujuan tertentu.
Implikasi metodologis dari konsep sistem adalah pendekatan, analisis dan penyelidikan yang beraspek jamak, sesuatu kegiatan kajian harus menyoroti obyeknya dari berbagai aspek dan disiplin yang memunculkan pendekatan multidisiplin dan interdisiplin.
Pendekatan interdisiplin atau antardisiplin dan multidisiplin, perbedaannya terletak dari cara kita meninjau. Apabila berdasarkan adanya kerjasama dan interaksi antara berbagai disiplin ilmu pengetahuan, hal tersebut dinamakan interdisipliner, sedangkan dari segi jumlah banyaknya disiplin ilmu yang saling bekerja sama dan berinteraksi satu sama lainnya, maka pendekatan ini bersifat multidisipliner.
Contoh:           Upaya penanggulangan kenakalan remaja dan penyalahgunan narkoba.
Kenakalan remaja pada umumnya timbul sebagai akibat situasi dan kondisi keluargaa yang ‘goyah’ mungkin karena kurangnya perhatian, kasih sayang, bimbingan dan kontrol dari orangtua. Ia tidak betah tinggal di rumah dan ia rindu untuk mendapatkan dari apa yang tidak ia dapatkan dari orangtuanya, dan dapat ia peroleh dari pimpinan ‘gang’ yang hanya sementara, dan selanjutnya menjadi budak dari pimpinan gangnya itu dan budak narkoba. Kalau kondisi remaja tersebut sudah terlanjur jauh, cara penyembuhannya memerlukan partisipasi penuh dari para ahli antara lain; Psikolog berusaha mengorek latar belakang kejiwaan remaja tersebut. Mengapa secara kejiwaan hubungan batin antara anggota keluarga tersebut kurang harmonis? Kondisi kejiwaan apa yang terjadi antara remaja tersebut dengan keluarganya?, dan seterusnya. Teologi menelusuri kehidupan beragama keluarga tersebut, apakah dari keluarga yang saleh? Harmoniskah dalam menjalankan amaliah dengan keluarga dan masyarakat di sekelilingnya dan seterusnya. Antropolog mencari latar belakang, asal-usul, hubungan antar anggota keluarga, adat-istiadat dan sopan santun, religi dan kepercayaan yang dianut keluarga remaja tersebut dan sebagainya.
Seorang sosiolog, ahli hukum, kriminolog bahkan dokter ahli syaraf berusaha mencari tahu, menyelidiki dan menganalisis problem dari remaja tersebut. Hasil kerja mereka dari sudut keahlian masing-masing menyajikan kesimpulan sebagai berikut:
·         Psikolog ; Remaja tersebut menderita depresi mental cukup berat yang berakar dari konflik batin dengan keluarganya sehingga ia rendah diri dan frustasi.
·         Teolog : Profil keluarga tersebut kurang taat menjalankan syariat agamanya. Lupa dengan hakikat hidup.
·         Antropolog : Remaja tersebut kurang mendapatkan perlakuan dan pengakuan sebagai anak sehingga ia tidak betah di rumah dan mencari pelarian di luar rumah.
·         Sosiolog : Tingkat dan strata sosial keluarga tergolong baik, akan tetapi terjadi konflik sosial di dalam keluarga dan masyarakatnya.
·         Dokter ahli syaraf : Kondisi syaraf dan kejiwaan remaja tersebut masih dapat direhabilitasi.

D.    Rangkuman
Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar merupakan tiga cabang pengetahuan yang dilahirkan dari ilmu filsafat. Dalam mengatasi permasalahan kehidupan ketiga bidang ini saling berkaitan dan tidak bisa dipisah-pisahkan, dengan pendekatan secara interdisipliner dan multidisipliner.

E.     Tugas
Carikan pemecahan masalah pada contoh di atas (kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika) secara interdisiplin dan multidisipliner!

F.     Daftar Pustaka
1.      Abu Ahmadi, 1991, Ilmu Alamiah Dasar, Rineka Cipta, Jakarta.
2.      Abu Ahmadi, 1991, Ilmu Sosial Dasar, Rineka Cipta, Jakarta.
3.      Djoko Widagdho, 1994, Ilmu Budaya Dasar, Bumi Aksara, Jakarta.

1 komentar: